Abang Adik Keturunan Vietnam Membuat Game Poker Online sebagai Profesi dan Mendapatkan Jutaan Dolar.

Abang Adik Keturunan Vietnam Membuat Game Poker Online sebagai Profesi dan Mendapatkan Jutaan Dolar.

Menghabiskan semua tabungan untuk betting kartu merupakan hal yang menakutkan bagi banyak orang. Terkecuali bagi Abang Adik Dang, betting dengan uang ratusan hingga jutaan dollar dalam taruhan poker Di Internet sudah seperti pekerjaan.

2 Saudara bangsa Vietnam itu mulai bertaruh Poker online ketika masih kuliah di jurusan bahasa di Universitas Virginia. Taruhan awal masih mini, sampai mereka kemudian tau bahwa mereka cukup mahir memainkannya.

Bagi mereka untuk jalan ke Game poker ini sangat pas. Saat mereka mulai, permainan Poker online masih cukup baru, keuangan sedang baik, dan masih banyak “umpan”, atau sebutan lainnya dalam poker yaitu mengenai seseorang yang tidak begitu jago bertaruh tapi berani menaruhkan uangnya.

Pertama tama mereka deposit akun berisi 200 dolar dan langsung habis. Kemudian mereka memutuskan menambahkan bertaruh 200 dolar dan tidak pernah pensiun sejak itu.

Gaya rivalitas mereka terhadap beberapa orang mendorong mereka untuk bertaruh lebih baik.

Meski rivalitas, kakak beradik yang merupakan pemain terkenal di dunia poker daring, menghasilkan uang kemenangan sehingga bisa bertaruh lebih banyak.

Abang Beradik tersebut mengatakan poker merusak kuliah mereka. Mereka membutuhkan lima tahun untuk lulus dan Hac hampir tidak lulus satu mata kuliah yang ia butuhkan untuk lulus sesuai waktu.

Abang Adik itu mengucapkan bahwa Tahun Baru Cina merupakan pendorong terbesar bagi kecintaan mereka terhadap Taruhan.

Abang Adik Keturunan Vietnam Membuat Game Poker Online sebagai Profesi dan Mendapatkan Jutaan Dolar.

Sekalipun belajar betting dari bagian keluarga, kedua orangtua mereka, yang menetap ke Amerika Serikat dari Vietnam pada 1975, tidak mendorong keputusan mereka untuk membuat poker sebagai profesi.

Orang tua mereka pun tidak suka dengan hobi itu. Tak lama setelah beres kuliah, kakak beradik itu datang ke sebuah reuni keluarga dan mendapat banyak pertanyaan mengenai apa yang akan mereka rencanakan setelah lulus. Ketika mereka menceritakan bahwa mereka akan menjadi seorang penjudi secara professional, para keluarga menganggap hobi itu tidak baik. Namun pada akhirnya orangtua dan keluarga besar mereka bisa memaklumi

Uang hasil bermain poker tersebut juga membuat sang ayah untuk berhenti sebagai pegawai negeri. Sementara sang abang adik masih pintar taruhan poker, ada isyarat bahwa mereka barangkali akan berhenti.

Krisis ekonomi juga memberi dampak pada jumlah uang berkurang, ujar abang adik tersebut. Faktor lainnya, seiring bertumbuhnya permainan, tidak banyak lagi “umpan” di laut, sisanya hanya  pejudi mahir yang membuat kedua bersaudara itu sehingga sulit mendapatkan uang dengan nilai besar.